Kebudayaan India modern tidak bisa dilepaskan dari sejarah kecemerlangan peradaban kuno di lembah Sungai Gangga dan Sungai Indus. Situs purbakala yang ditemukan di dua daerah tersebut membuktikan bahwa di masa lalu, India telah mencapai puncak peradaban yang mencengangkan, terlihat pada puing-puing Kota Mohenjo Daro (Sungai Gangga) dan Harappa (Sungai Indus.)

Harappa berada di Kota Punjab, di bekas bantaran Sungai Ravi, sungai purba yang mengering, telah menjadi kota besar padat penduduk pada 3300 SM. Situs ini ditemukan pada 1870-an oleh bangsa Inggris, dan dari hasil penggalian diperoleh fakta menakjubkan bahwa kota Harappa memiliki desain tata kota yang modern dan canggih.

Kota Modern

Berdasarkan penelitian karbon, Harappa dan Mohenjo Daro dibangun pada 2500 SM, seribu tahun lebih awal dibandingkan Suku Arya. Dan, penelitian berikutnya menyingkap bahwa pada saat itu, penduduk kota tersebut mencapai 30-40 ribu, mengalahkan jumlah penduduk London di abad pertengahan.

Layaknya tata-kota modern, Harappa terbagi menjadi dua bagian: kota pemerintahan dan kota administratif. Di daerah yang diduga pemukiman padat, jalan-jalan dibangun dengan instalasi canggih. Jalan-jalannya membujur lurus, saling bersilangan dengan teratur, membagi wilayah menjadi blok-blok segi empat.

Terdapat bangunan toko, pabrik-pabrik tembikar, tembok-tembok kokoh, pengelolaan sampah, bahkan saluran air bawah tanah terbuat dari batu bata yang amat menakjubkan. Tak bisa tidak, rancangan kota yang begitu apik menunjukkan kebudayaan India Kuno di Harappa telah mencapai tingkat yang sangat mengesankan.

Harappa diperkirakan “hilang” pada 1750 SM, dan saat bangsa Arya datang menginvasi daerah tersebut, Harappa sudah berada pada titik kemunduran yang sangat parah.

Bangsa Dravida

Pemilik peradaban agung yang menjadi cikal bakal kebudayaan India modern itu adalah bangsa Dravida, satu kelompok ras kulit hitam yang telah meninggalkan budaya berburu dan hidup mengelana seperti kebanyakan kebudayaan manusia prasejarah.

Bangsa Dravida diketahui telah tinggal menetap dan mengembangkanteknologi bercocok tanam. Sementara, kelompok-kelompok bangsa lain di masa itu masih hidup bergantung pada alam dengan berburu dan meramu, atau mengumpulkan makanan dari alam. Bangsa Dravida memanfaatkan aliran sungai, bahkan mereka membangun saluran irigasi untuk pengairan sawah.

Kedatangan bangsa Arya ke lembah Sungai Indus menimbulkan konflik kebudayaan dan persaingan etnik. Bangsa Arya berkulit putih dan termasuk rumpun berbahasa Indo-Eropa. Bangsa ini masuk ke India melalui Celah Kaiber di sela Pegunungan Hindu Kush, karena tertarik pada kesuburan tanah daerah tersebut.

Bangsa Arya kemudian mendesak bangsa Dravida. Sebagian dari bangsa Dravida kemudian menyingkir ke wilayah di selatan India, dan sebagian lagi berbaur dengan bangsa Arya membentuk peradaban baru yang disebut Hindu. Akar kata Hindu berasal dari nama sungai tersebut.

Kemunduran Harappa

Temuan-temuan fosil, situs, dan sisa-sisa peradaban, berikut penelitian karbon dan arkeologis menimbulkan beberapa teori tentang musnahnya kebudayaan India Kuno di Harappa. Yang menakjubkan, fakta-fakta tersebut mengarah pada kemungkinan keterlibatan reaktor nuklir purba di balik kemunduran Harappa.

Bougzigues, seorang ilmuwan Prancis yang meneliti uranium ektrak pada 1972, menemukan fakta aneh pada uranium235 di daerah Harappa. Uranium tersebut memiliki masa atom 0,717%, berbeda dengan uranium sejenis di seluruh dunia yang berkadar 0,720. Ia pun menyimpulkan bahwa sampel uranium di Harappa pernah mengalami reaksi fisi (pelepasan energi).

Temuan itu menarik Badan Tenaga Atom Prancis melakukan penelitianmendalam dan pelacakan ke sejumlah tempat di Harappa. Fantastis, penelitian tersebut menemukan 16 tempat menyerupai reaktor nuklir yang telah berusia 2 miliar tahun.

Fakta tersebut melahirkan spekulasi-spekulasi tentang ledakan nuklir purba yang melenyapkan peradaban Harappa. Apalagi di beberapa tempat di dalam hutan Indus ditemukan batu-batu dengan permukaan terbakar. Sebagian orang mengaitkan teori tersebut dengan epos Mahabharata dan perang armagedon Pandawa-Kurawa, sehingga memicu munculnya hoax (berita sampah) yang beredar luas di internet dewasa ini.

Memang, teori tersebut masih merupakan perdebatan dan perlu lebih banyak lagi pembuktian. Namun, tidak bisa dikesampingkan bahwa ada kesamaan pendapat bahwa kebudayaan India Kuno di Harappa telah mencapai tingkat yang tak terbayangkan sebelumnya.

Teori yang lebih rasional adalah sebagaimana disebutkan di muka, adalah faktor kedatangan bangsa Arya sejak 2000 SM. Setelah itu, lembah Sungai Indus tercatat berkali-kali mengalami perubahan seiring kemunculan bangsa-bangsa lain dan pengaruh peradaban kuat di sekitarnya, misalnya Persia (600 SM), Alexander Agung (327 SM), Arab(abad ke-8), Turki (abad ke-12), Mongol (abad ke-16), dan Inggris (abad ke-19).

sumber : http://www.anneahira.com/kebudayaan-india.htm