Tokoh yang terkenal karena Person Centered Therapy ini adalah Carlo Roger. Carl Roger merupakan tokoh Teori Kepribadian Humanistik, Ia Lahir di Illinois (1902 – 1988) Ia adalah salah seorang peletak dasar dari gerakan potensi manusia, yang menekankan perkembangan pribadi melalui latihan sensitivitas, kelompok pertemuan, dan latihan lainnya yang ditujukan untuk membantu orang agar memiliki pribadi yang sehat.

Bentuk-bentuk Terapi Person-Centered

  1. Menekankan pada dorongan dan kemampuan yang terdapat dalam diri individu yang berkembang, untuk hidup sehat dan menyesuaikan diri.
  2.  Menekankan pada unsur atau aspek emosional dan tidak pada aspek intelektual.
  3. Menekankan pada situasi yang langsung dihadapi individu, dan tidak pada masa lampau.
  4.  Menekankan pada hubungan terapeutik sebagai pengalaman dalam perkembangan individu yang bersangkutan.
  5. Konsep dasar pandangan tentang manusia: Pandangan person centered tentang sifat manusia konsep tentang kecenderungan-kecenderungan negatif dasar. Rogers menunjukkan kepercayaan yang mendalam pada manusia. Ia memandang manusia sebagai tersosialisasi dan bergerak ke muka, sebagai berjuang untuk berfungsi penuh, serta sebagai bmemiliki kebaikan yang positif pada intinya yang terdalam. Pendek kata, manusia dipercayai dan karena pada dasarnya kooperatif dan konstruktif, tidak perlu diadakan pengendalian. Maka dengan pandangan ini, terapi person-centered berakar pada kesanggupan seseorang (klien) untuk sadar dan membuat putusan-putusan

Tujuan Terapi Person-Centered

Tujuan psikoterapi adalah menyediakan iklim yang aman dan percaya dalam pengaturan terapi sedemikian sehingga terapist, dengan menggunakan hubungan terapi untuk person-centered, dapat menjadi sadar akan blok/hambatan ke pertumbuhan. Terapi cenderung untuk bergerak ke arah lebih terbuka, kepercayaan diri lebih besar, lebih sedia untuk meningkatkan diri sebagai lawan menjadi mandeg, dan lebih hidup dari standard internal sebagai lawan mengambil ukuran eksternal untuk apa ia perlu menjadi. Terapi ini diharapakan mampu meningkatan harga diri dan keterbukaan yang lebih besar untuk menangani masalah. Beberapa perubahan terkait bahwa bentuk terapi berusaha untuk mendorong pada klien termasuk kesepakatan yang lebih erat antara diri klien ideal dan aktual, lebih baik pemahaman diri; tingkat lebih rendah dari pembelaan diri, rasa bersalah, dan ketidakamanan; hubungan yang lebih positif dan nyaman dengan orang lain, dan peningkatan kapasitas untuk mengalami dan mengekspresikan perasaan pada saat itu terjadi.

Tujuan umum :

Meningkatkan derajat independensi (kemandirian) dan integrasi yang mengarah pada aktualisasi diri,

Tujuan khusus meliputi:

  • Memberi kesempatan dan kebebasan pada individu untuk mengkspresikan perasaaan –perasaannya, berkembang dan terealisasi potensinya.
  • Membanntu individu untuk makin mampu berdiri sendiri dalam mengadakan integrasi dengan lingkungannya dan bukan pada penyembuhan tingkah laku itu sendiri.
  • Membantu individu dalam perubahan dan pertumbuhan.

Kelebihan pendekatan Person-Centered

  1. Pemusatan pada klien dan bukan pada therapist
  2.  Identifikasi dan hubungan terapi sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian.
  3. Lebih menekankan pada sikap terapi daripada teknik.
  4. Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuantitatif.
  5. Penekanan emosi, perasaan, perasaan dan afektif dalam terapi
  6. Menawarkan perspektif yang lebih up-to-date dan optimis
  7. Klien memiliki pengalaman positif dalam terapi ketika mereka fokus dalam menyelesaiakan masalahnya
  8. Klien merasa mereka dapat mengekpresikan dirinya secara penuh ketika mereka mendengarkan dan tidak dijustifikasi

Kekurangan Pekdekatan Person Centered

  1. Terapi berpusat pada klien dianggap terlalu sederhana
  2. Terlalu menekankan aspek afektif, emosional, perasaan
  3. Tujuan untuk setiap klien yaitu memaksimalkan diri, dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit untuk menilai individu.
  4. Tidak cukup sistematik dan lengkap terutama yang berkaitan dengan klien yang kecil tanggungjawabnya.
  5. Sulit bagi therapist untuk bersifat netral dalam situasi hubungan interpersonal.
  6. Terapi  menjadi tidak efektif ketika konselor terlalu non-direktif dan pasif. Mendengarkan dan bercerita saja tidaklah cukup
  7. Tidak bisa digunakan pada penderita psikopatology yang parah
  8. Minim teknik untuk membantu klien memecahkan masalahnya

 

Daftar Pustaka

http://janokogalls.blogspot.com/2011/12/person-centered-by-carl-roger.html

Alwilsol(2008). Psikologi Kepribadian. UMM Press. Malang

Suryabrata, Sumadi (2008). Psikologi Kepribadian. Rajawali Pers. Jakarta.